Wednesday, 10 October 2012

SEJARAH FOTOGRAFI

SEJARAH FOTOGRAFI

(Abad ke-10) Ilmuwan Arab, Alhazen, menggambarkan bagaimana tampilan peristiwa gerhana matahari dalam ruangan gelap.Ruangan tersebut dilengkapi sebuah lubang kecil yang menghadap ke arah matahari.
(1544) Ilmuwan Fisika & Matematika Belanda, Reinerus Gemma-Frisius, membuat sketsa proses fotografi yang ditemukan oleh Alhazen

Prinsip kerja tersebut diterapkan pada kamera obscura. Kamera obscura adalah kamera pertama yang menggebrak dunia fotografi.  Bagian utamanya berupa sebuah kamar gelap tertutup yang hanya memiliki lubang kecil.  Jika kamera dihadapkan pada benda yang diterangi cahaya, pada dinding kamera yang berhadapan dengan lubang kecil akan terbentuk proyeksi terbalik dari benda tersebut.

(Abad ke-17) kamera obscura menciut dan dapat dibawa-bawa.  Berupa kotak kecil yang memiliki lubang kecil berpenutup manual di bagian depannya.  Bagian belakang kamera merupakan tempat film.  Lubang kecil berfungsi untuk tempat masuk cahaya yang akan mencahayai film.


Selanjutnya, untuk mempersingkat waktu pencahayaan dan meningkatkan kualitas foto, di bagian depan lubang dipasang lensa masih dengan tutup manual. Berikutnya kamera mulai dilengkapi dengan diafragma dan rana.  Diafragma adalah lubang tempat masuknya cahaya, sedangkan rana adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual di bagian depan lensa.  Besar kecilnya diafragma serta lamanya rana membuka dan menutup dapat diatur sesuai dengan kebutuhan, sehingga diperoleh ketepatan pencahayaan guna memperoleh hasil pemotretan yang berkualitas.
(Juni 1888), Eastman mulai memproduksi box camera dengan merek Kodak.   Dengan kecepatan tunggal 1/125 detik dan fixed-focus lens, kamera ini mampu merekam semua obyek dengan jelas pada jarak lebih dari 8 kaki. Selain kamera, film yang digunakan dalam pemotretan mengalami perkembangan sendiri.















Foto Pemandangan alam


FOTOGRAFI

Fotografi adalah proses pembuatan lukisan dengan menggunakan media cahaya.
Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera

JENIS-JENIS KAMERA
Berdasarkan sistem bidiknya:
— View finder camera
— View camera
— Twin Lens Reflex Camera (box)
— Single Lens Reflex Camera

a. View Finder Camera
  • Jendela bidik dan lensanya terpisah
—        Lensa kamera tidak dapat dilepas dan diganti
—        Kelebihan : memiliki sistem fokus yang baik, terutama di tempat gelap
—        Kekurangan : Terjadi paralax, tidak bisa membuat potret (pas foto) serta gambar yang ditangkap jendela bidik kecil
—        Paling mudah digunakan

b. View Camera
— Bentuknya seperti akordion
—  Sinar yang dipancarkan obyek foto langsung
—  diteruskan melewati lensa dan berakhi  di jendela bidik di belakang kamera
—  Kelebihan : Jendela bidik yang besar memudahkan fokus gambar, kamera fleksibel, tidak terjadi paralax
—  Kekurangan : Membutuhkan tripod,  jendela  bidik gelap dan bayangan terbalik atas bawahnya.
c. Twins Lens Reflex Camera
—  Jendela bidik dan lensa terpisah
—  Memiliki cermin (permanen) yang  memantulkan bayangan
—   Lensa tidak dapat ditukar lepas
—   Kelebihan : Jendela bidik yang besar dan   berada di bagian atas kamera
—   Kekurangan : terjadi paralax, gambar pada   jendela bidik terbalik kiri dan kanannya serta menggunakan film yang besar.

d. Single Lens Reflex  Camera
—  Menggunakan cermin pantul dan prisma
—  Lensa yang dapat ditukar – lepas
—  Sangat baik untuk mengambil foto candid
—   Kelebihan : manual fotografi, menghilangkan paralax.
—  Kekurangan : Lebih kompleks penggunaannya, terjadi noise.


BAGIAN-BAGIAN KAMERA
a     LENSA
—    Menurut macamnya dikenal lensa normal sudut lebar, lensa dan lensa tele. Lensa normal adalah lensa yang sudut pandangnya serupa mata kita. Jarak antara lensa dengan film normal (50 mm). Sudut lebar adalah lensa yang panjang fokalnya lebih kecil dari normal. Dan lensa tele adalah lensa yang panjang fokalnya lebih besar dari normal.
—     Gabungan dari ke tiga lensa disebut lensa zoom (zoom lens).
—     Selain itu masih ada lensa tambahan seperti lensa makro, lensa C.U dan lain-lain



Macam-macam lensa
                Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.


          Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.

                Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.

Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.





------Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa standar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan


b.      DIAFRAGMA
—        Diafragma adalah sejumlah lempengan-lempengan baja yang dapat diatur, sehingga lubang menjadi besar atau kecil. Bilangan diafragma disebut F/stop biasanya disingkat. F.
contohnya : F4 ,F5, F8 dan seterusnya.
—        Diafragma bisa diatur dengan merubah angka skala diafragmanya yang terdapat pada gelang yang melingkar pada lensa dengan angka-angka 1,4. 2,8 . 4,5 . 6,8. 1,1. 16.

c.  SHUTTER SPEED (KECEPATAN RANA)
—        Rana adalah sejenis tirai yang dapat dibuka selama waktu tertentu, misalnya 1/60 detik
—        Fungsi rana atau kecepatan adalah sebagai alat pembuka dan penutup masuknya cahaya ke bidang film serta untuk melindungi film dari cahaya
—        Rana pada kamera ada dua macam menurut gerakannya: Rana pusat dan Rana celah.
—        Biasanya angka kecepatan pada kamera tertulis T.B, 1.2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250, 500, 700, 1000, dan sebagainya. Angka-angka 1.2, 4, 8,15 menunjukkan lamanya waktu membuka kecepatan 1 detik, 1/4 detik, 1/8 detik, 1/15 detik dan seterusnya.
—        T: time, bila tombol kecepatan ditekan akan membuka dan kalau ditekan lagi akan menutup.
—        B: Blub, bila tombol kecepatan ditekan akan membuka dan jika dilepas akan menutup.
—        T dan B : dipergunakan untuk pencahayaan lebih dari 1 detik.


d.       FOKUS (PENGATUR JARAK)
—        Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu.
—        Untuk menajamkan gambar pada bidang film kita perlu mengatur jarak atau focus pada kamera dengan cara memutarnya lalu melihatnya pada jendela bidik.
                  Untuk memfocuskan gambar pada kamera ada beberapa macam: kaca buram, gambar geser, gambar rangka, micro prisma.



e.     SKALA TAJAM (RUANG TAJAM)

Ada tiga faktor yang menentukan ruang tajam yaitu:
—        Lensa, masing-masing lensa menghasilkan ruang tajam yang berbeda.
—       Jarak pemotretan, makin jauh objek yang kita fokuskan, makin luas ruang tajamnya.
                  Diafragma, makin kecil lubang diafragma, makin luas ruang tajamnya. Makin besar lubang diafragma, ruang tajamnya semakin sempit.







Tuesday, 9 October 2012

MEMILIH ISO DALAM FOTOGRAFI


MEMILIH ISO DALAM FOTOGRAFI

      Salah satu yang harus kita tentukan sebelum memotret adalah ISO. ISO adalah sensitivitas sensor, Dimana semakin tinggi ISO akan semakin terang fotonya,tetapi jika terlalu tinggi ISO –nya, Kualitas foto menurun( ada bintik-bintik/ noise, warna dan detail memudar )

Idealnya ISO kita settng ke angka terendah seperti   ISO 100 atau ISO 200 bila kita memotret pada hari yang cerah, dan menaikan ISO bila kita memotret dalam ruangan yang gelap.

Untuk menentukan ISO adalah dengan berdasarkan cahaya lingkungan dan jenis fotografinya.






































Dibawah ini beberapa nilai ISO yang digunakan untuk memotret


ISO 100 sampai 200 di gunakan untuk memotret pada hari yang cerah,diluar ruangan, atau bila kita menggunakan lampu FLASH
ISO 400 di gunakan untuk memotret pada saat cuaca mendung, sore hari sebelum matahari terbenam
ISO 800 di gunakan untuk memotret  di dalam ruangan dengan  lampu yang terang.
ISO 1600 di gunakan untuk memotret di dalam ruangan
ISO 3200 di gunakan untuk memotret  didalam ruangan yang gelap,sesaat setelah matahari terbenam
ISO 6400 di gunakan untuk memotret  di dalam ruangan dengan lampu kecil


Foto Panji Tengkorak



Foto Head Tiger



































Foto Head Tiger








Monday, 8 October 2012

FOTO ALLIEN


FOTO HANTU WANITA MUKA BERLUMPUR


































Hantu wanita muka berlumpur adalah hantu wanita dengan muka yang berlumpur, mungkin semasa hidup wanita ini penganut ilmu hitam pengasihan Setan Kober, konon menurut cerita wanita ini berprofesi sebagai Ledhek Tayub, salah satu kesenian tari yang ada di tanah jawa,untuk mempercantik diri, maka wanita ini melakukan ritual pengasihan setan kober. setelah meninggal wujud muka dari wanita ini berubah sesuai dengan perjanjian yang dilakukannya.

Foto Snake eating Frog





































Foto Grass Snake eating Frog